Pada tanggal 1 Januari lalu, masyarakat di Korea beramai-ramai merayakan Tahun baru. Maka ucapan tahun baru ” 새해복 많이 받으세요 ( sae hae bok mani bade seyo) ” adalah ucapan selamat yang banyak disebut.
Masyarakat Korea memiliki satu kalender
lagi selain kalender masehi. Yaitu kalender musim. Menurut kalender
musim itu 1 tahun dibagi 24 bagian sehingga masyarakat Korea lebih
merasakan berjalannya waktu. Memang ada juga keunikan dengan berbagai
kegiatan dan makanan khusus sesuai dengan 24 bagian musim itu. Di
antaranya hari Dongji sangat popular bagi masyarakat Korea. Maka
masyarakat zaman sekarang pun mengingatnya dan melakukan kegiatan yang
berkaitan dengan Dongji. Dongji bermakna musim dingin sudah sampai,
maksudnya puncak musim dingin. Maka pada hari itu, malam hari paling
panjang. Setelah hari itu, siang hari mulai lebih panjang 1 derajat
setiap hari. Dengan melihat gejala alam ini orang-orang percaya bahwa
kekuatan matahari pulih kembali, jadi ada orang yang menganggap hari
Dongji ini sebagai tahun baru. Dalam bahasa kita tahun baru Imlek.
Anak-anak di sebagian besar negara pernah mendengarkan cerita seperti Cinderella.
Anak-anak di Korea juga menikmati cerita serupa yang dikenal dengan
Konjui-Patjui, sebuah cerita yang tidak diketahui asalnya yang telah
disampaikan secara lisan turun temurun dari generasi ke generasi.
Tetapi istrinya tiba-tiba sakit dan
meninggal. Kebanyakan pegawai pemerintah pada masa itu adalah orang
kaya, jadi Choe menikah lagi dengan seorang janda bernama Bae yang
mempunyai seorang anak perempuan bernama Patjui. Ia adalah seorang gadis
berperangai buruk. Kenyataannya, Bae ibu tiri Konjui dan saudara
tirinya, Patjui mulai menyalahgunakan kesempatan ini dan berbuat jahat
pada Konjui. Untungnya, ada peri yang datang menyelamatkan dan
membantunya sehingga dia dapat menikah dengan punggawa negara. Ibu tiri
Konjui dan saudara tirinya mempunyai niat jahat menganiaya dan
melemparkan ke dalam kolam. Namun Konjui telah dapat mengatasinya
seperti dalam cerita ciderella.
Cerita ini yang menginspirasi orang korea untuk menjadikan Kong dan Pat ( kacah warna merah ). Warna merah diyakini oleh orang Korea memiliki kemampuan untuk mengusir setan karena warna ini dianggap sebagai gabungan lima elemen yaitu logam, kayu, air, api, bumi.(sumber : koreana,winter 2002. )
Cerita ini yang menginspirasi orang korea untuk menjadikan Kong dan Pat ( kacah warna merah ). Warna merah diyakini oleh orang Korea memiliki kemampuan untuk mengusir setan karena warna ini dianggap sebagai gabungan lima elemen yaitu logam, kayu, air, api, bumi.(sumber : koreana,winter 2002. )
Sumber lain menghubungkan cerita
ini dengan cerita Seorang warga Cina yang bernama Gong-gong mempunyai
seorang anak laki-laki yang nakal dan tidak mau mendengarkan kata-kata
orang tuanya. Kebetulan anak ini mati pada hari Dongji dan menjadi roh
jahat yang menularkan penyakit. Meskipun Si Gong-gong anaknya sediri
namun dia tidak bisa membiarkannya. Dia ingat anaknya tidak suka kacang
merah saat masih hidup sehingga dia memasak bubur dari kacang merah itu
lalu menaburkannya di pintu gerbang. Sesudah itulah penyakit menular itu
tidak ada lagi. Maka orang-orang zaman dahulu memakan bubur kacang
merah pada hari Dongji. ( KBS world )
RESEP BUBUR PATJUK
Bahan-bahan:
2 gelas kacang merah
8 gelas air putih
4 sdm gula pasir
1 gelas bubuk beras kentan
3 sdm air putih yang mendidih
1/2 sdt garam
Cara membuat
Setelah kacang merah dibersihkan lalu direbus dengan 2 gelas air putih. Setelah kacang merah sudah mulai empuk, buanglah airnya lalu tuangi lagi 6 gelas air dan rebuslah sampai kacang merah itu menjadi lunak.Waktu panas, kacang merah dihancurkan dengan sendok lalu disaring. Kulit kacang merah dibuang. Buatlah adonan dengan kecil menggunakan bubuk beras kentan dan air panas. Rebuslah sari dan kuah kacang merah lalu masukkan adonan. Masukkan garam dan gula pasir sesuai dengan selera makan anda. Sajikan saat masih panas.
8 gelas air putih
4 sdm gula pasir
1 gelas bubuk beras kentan
3 sdm air putih yang mendidih
1/2 sdt garam
Cara membuat
Setelah kacang merah dibersihkan lalu direbus dengan 2 gelas air putih. Setelah kacang merah sudah mulai empuk, buanglah airnya lalu tuangi lagi 6 gelas air dan rebuslah sampai kacang merah itu menjadi lunak.Waktu panas, kacang merah dihancurkan dengan sendok lalu disaring. Kulit kacang merah dibuang. Buatlah adonan dengan kecil menggunakan bubuk beras kentan dan air panas. Rebuslah sari dan kuah kacang merah lalu masukkan adonan. Masukkan garam dan gula pasir sesuai dengan selera makan anda. Sajikan saat masih panas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar